-
Apakah melatih karyawan di bidang pemasaran itu bermanfaat?
Apakah melatih karyawan di bidang pemasaran itu bermanfaat?
🔵 Pertama-tama, ada faktor waktu: Berapa lama sebenarnya yang dibutuhkan hingga karyawan kita bisa menulis postingan LinkedIn yang bagus?
Awalnya, kita memang berpikir, “Tentu saja, kita bisa mengatasinya sendiri, pasti ada yang bisa mempostingnya.” Terutama dengan bantuan ChatGPT.
🔵 Tapi bagaimana caranya, jika direktur dan para karyawan sendiri bukanlah ahli LinkedIn? Pengetahuan berasal dari pengalaman praktis.
Mereka tidak tahu apa saja yang menjadi pertimbangan algoritma tersebut. Bahkan, meskipun mereka sudah mempelajari sistemnya, setiap beberapa bulan sekali selalu ada perubahan.
🔵 Hal yang sering terlewatkan: Kita tidak bisa mengenali titik buta pada diri sendiri. Akan sangat membantu jika ada orang lain yang melihatnya dari luar.
🔵 Selain itu: Pemasaran tidak harus disukai oleh para pimpinan dan karyawan. Melainkan oleh para pelanggan. Kamu pasti akan terkejut melihat kampanye apa saja yang berhasil menarik minat calon pelanggan, padahal kampanye tersebut mungkin tidak akan kamu sukai.
🔵 Selain itu, ada masalah lain: Kamu memang bisa melihat metrik seperti jumlah suka dan tayangan. Namun, metrik-metrik ini juga harus ditafsirkan dengan benar.
Banyaknya jumlah 'Like' tidak selalu berarti bahwa target peningkatan omzet tercapai. Dalam beberapa kasus, postingan yang viral justru dapat menyebabkan penurunan omzet jika menyasar audiens yang salah.
Pilihannya, kamu memiliki staf profesional yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di bidang pemasaran. Bagus sekali. Atau, kamu mencari profesional dari luar. Pilihan di antara keduanya akan menghabiskan banyak waktu dan, akibatnya, uang.
Pernahkah kamu melatih karyawan yang sama sekali belum berpengalaman dalam suatu bidang? Seberapa cepat prosesnya bagi kamu?
Maaf, tidak ada balasan yang ditemukan.
Masuk untuk membalas.